![]() |
| Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Ikan, dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakan Ciamis, drh. Asri Kurnia, MP., |
Ciamis, MASAGI NEWS BEE – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Ciamis meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban di seluruh wilayah. Salah satu kegiatan utama dilakukan berupa pemeriksaan ante mortem terhadap sapi di Sriwijaya Farm, Dusun Cibodas, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis (11/6/2026).
Langkah ini diambil guna memastikan setiap hewan yang dipasarkan benar-benar sehat, cukup umur, bebas penyakit, serta memenuhi syarat sah kurban sesuai peraturan yang berlaku.
Tim pemeriksa Disnakan meninjau secara menyeluruh kondisi fisik, usia, dan kesehatan hewan. Kegiatan ini berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114 Tahun 2014, yang mewajibkan hewan kurban harus sehat, tidak cacat, tidak kurus, berjenis kelamin jantan, tidak dikebiri, serta memiliki organ reproduksi lengkap. Pemeriksaan dimulai sejak 5 Mei dan berlangsung hingga 26 Mei 2026, dengan menerjunkan lima tim yang bertugas mencakup 27 kecamatan di Kabupaten Ciamis.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Ikan, dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakan Ciamis, drh. Asri Kurnia, MP., menjelaskan hasil pengecekan di Sriwijaya Farm. Dari lima sampel sapi yang diperiksa, tiga ekor dinyatakan layak karena memenuhi syarat kesehatan dan usia. Sementara dua ekor lainnya belum direkomendasikan untuk dikurbankan tahun ini karena usianya belum memenuhi ketentuan, sehingga akan dipelihara kembali hingga layak digunakan pada tahun mendatang. Secara keseluruhan, peternakan ini memiliki sekitar 40 ekor sapi dan menjadi salah satu pemasok utama hewan kurban di daerah ini.
Selain memastikan syarat kesahihan kurban, Disnakan juga mewaspadai potensi penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). Hingga saat ini, hasil pemantauan menunjukkan kondisi kesehatan hewan ternak di Ciamis relatif aman dan terkendali. Para peternak dan pedagang pun diketahui telah menyiapkan stok hewan yang cukup dan berkualitas guna memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.
Pengawasan ketat ini dilakukan demi menjamin keamanan, kesehatan, dan kesyariahan hewan kurban. Dengan adanya pemeriksaan berkala dan menyeluruh, masyarakat diharapkan semakin tenang dan percaya diri saat memilih hewan kurban yang tidak hanya memenuhi ketentuan agama, tetapi juga aman dikonsumsi dan bebas dari risiko penularan penyakit.





0 Komentar