Ciamis, MasagiNews.Bee - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80, PLN Unit Induk Transmisi (UIT) Jawa Bagian Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan sosial berupa operasi katarak gratis. Kegiatan tersebut dilaksanakan di RSUD Ciamis pada Selasa (21/10/2025).
General Manager PLN UIT Jawa Bagian Tengah, Handy Wihartadi, mengatakan bahwa menjelang usia ke-80 pada 27 Oktober mendatang, PLN ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat melalui kegiatan sosial yang nyata dan bermanfaat.
“Selain operasi katarak, kami juga melaksanakan penyalaan listrik gratis untuk 10 rumah di wilayah Ciamis. Jadi, selain memberi terang bagi masyarakat, kami juga memberikan ‘terang penglihatan’ bagi para penderita katarak,” ujar Handy dengan penuh semangat.
Ia menjelaskan, seluruh biaya operasi katarak ditanggung sepenuhnya oleh PLN. Pendanaan kegiatan berasal dari donasi para pegawai sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang perusahaan yang telah delapan dekade melayani negeri.
“Semoga bantuan ini membawa kebahagiaan bagi para penyintas katarak di Kabupaten Ciamis agar dapat kembali melihat dunia dengan jelas,” tambahnya.
Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN atas kepeduliannya terhadap masyarakat. Ia menilai kegiatan sosial seperti ini sangat membantu di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Dengan adanya pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat, kegiatan sosial seperti ini sangat membantu masyarakat kami. Kolaborasi ini sungguh luar biasa dan patut dicontoh,” ungkap Herdiat.
Ia juga berharap kerja sama antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Ciamis dapat terus berlanjut setiap tahun. “Semoga amal baik seluruh jajaran PLN dibalas oleh Allah SWT, dan kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin tahunan,” harapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Ciamis, dr. Bayu Yudiawan, melaporkan bahwa sebanyak 100 warga dari berbagai kecamatan di Ciamis mengikuti operasi katarak gratis ini. Sebelum tindakan dilakukan, seluruh peserta telah menjalani skrining kesehatan.
“Ada sembilan bed pelayanan dan sembilan dokter yang terlibat. Tiga dari RSUD Ciamis dan enam dari Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung,” jelas Bayu.
Ia menambahkan, peserta prioritas merupakan warga kurang mampu yang tidak memiliki BPJS Kesehatan, dengan mayoritas berusia lanjut. “Kami ingin program ini benar-benar tepat sasaran agar manfaatnya dirasakan secara nyata,” ujarnya.
Salah satu penerima manfaat, Ukat (59), warga Dusun Hayawang, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, mengungkapkan rasa syukurnya bisa mendapatkan kesempatan operasi. “Sudah lama saya ingin operasi mata tapi tidak punya biaya. Alhamdulillah, dengan bantuan PLN dan pemerintah, akhirnya bisa kesampaian. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” tuturnya dengan haru.







0 Komentar