Ciamis,MasagiNews.Bee - Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat KDM, dalam melaksanakan perpisahan siswa tingkat SMK dilarang memungut biaya yang memberatkan orang tua murid . Hal tersebut di tunjukan oleh salah satu sekolah SMK yang ada di kabupaten Ciamis yaitu SMK Industri Perunggasan Panjalu yang mengikuti arahan Gubernur KDM.
Dalam pelaksanaan kegiatan Pelepasan Murid - murid nya, tampak siswa siswi berbusana seperti biasanya . Mengenakan seragam Sekolah dengan di lengakapi jas almamater nya. Tapi hal tersebut tidak mengurangi ke sakralan acara pelepasan kelas 12 tersebut walaupun
" sederhana tapi penuh makna"
Ketua Yayasan SMK IPP Ciamis, Ir. H. Kuswara Suwarnan MS.c. mengatakan "Pelaksanaan pelepasan & perpisahan siswa-siswi di sekolah SMK IPP Ciamis tahun 2025 dilakukan secara sederhana, kami melepas 29 orang siswa dan diantaranya 16 orang sudah magang kerja di beberapa perusahaan ,” katanya pada Sabtu (17/5/2025).
Adapun sebagai mitra perusahaan diantaranya Pt Ciungwanara Bandung , Pt Tanjungmulya Ciamis, Pt AS Putra , Pt Nutrision Indobesia Food Ciamis dan pendamping organik dibawah Aliksa Organik Senter Consultan di bawah Pimpinan Ir. Alik Sutaryat.
"Sedangkan yang akan melanjutkan ke jenjang tingkat lebih tinggi loker tersedia kami akan membuktikan bahwa SMK bukan penunjang pengangguran, karena loker di bidang peternakan cukup banyak termasuk dalam program pertanian organik kebutuhan pendamping baik regional maupun luar Negeri sangat dibutuhkan diantatanya Jepang,” ungkapnya.
Kedepan dengan peluang pengembangan menurutnya , pertanian organik SMK IPP kerja sama Gabungan Aksi Ciamis Cinta Organik Sejati ( GACCORS) akan mendirikan kompetensi Usaha Pertanian Terpadu ( UPT) kompetensi masih sangat jarang di indonesia baru ada tiga diantanya Surakarta, Wamena dan NTB.Untuk itu kami perlu dukungan dari semua pihak baik dari pemerintah terutama pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membantu upaya sekolah yang berbasis ketahanan pangan mendapat prioritas, dan kepada Bupati Ciamis, DR .H .HERDIAT SUNARYA , agar program beasiswa SK Perbup, bagi anak yang berminat masuk pertanian satu orang satu desa diberlakukan lagi,”ujarnya.
Harapan nya “Kami atas nama Ketua Yayasan Sekolah SMK IPP Ciamis ingin SMK IPP ini juga berbasis Ketahanan pangan bersama Pemerintah dapat memperkuat terutama yang swasta, selama ini kami bukan cari uang tapi mempasilitasi masyarakat agar kedepan baik anak dan masyarakat lebih maju terutama seperti SMK kami yang berada dibawah kaki gunung sawal , yang nota bene masyarakatnya kurang mampu perlu motivasi, inovasi , agar wilayah bisa lestari,”pungkasnya.Hadir pada acara pelepasan perpisahan tersebut ,Kepala Sekolah SMK IPP, Iwan Setiawan, Kepala Desa Kertamandala,Ketua Komite, Dewan Guru, Orang tua siswa serta tamu undangan lainnya. (PN.LR-SndGow)




0 Komentar